ASBAK

Kalau orang marah dan ingin melepaskan hajat marahnya, pasti benda yang sering kali dilemparkan pertama adalah asbak. Coba aja liat, mana ada orang marah trus melemparkan wc (berat dan bau soalnya)… itulah salah satu guna asbak… sebagai penambah meriah acara marah-marah.
Asbak atau nama latinnya Dilarang buang puntung rokok sembarangan tidak diketahui kapan pertama kali ditemukan. Kemungkinan besar penemunya bukan perokok, soalnya jarang perokok nyari asbak dulu baru nyalain rokok. Menurut analisis liarku, asbak ditemukan 7 detik setelah rokok diisap pertama kali di muka bumi ini. Sebab detik 1-2 dia akan batuk untuk pertama kalinya, detik 3-6 dia kagum atas ciptaannya dan detik ke-7 abu rokok pertama yang tercipta, jatuh ke tanah. Ada yang membantah teori asal mbacot ini?
Asbak digunakan sebagai penampung abu rokok dan puntung rokok. Dalam perkembangannya asbak akhirnya digunakan sebagai tempat parkir rokok dan penitipan rokok. Tempat parkir artinya rokok ditempatkan di pinggiran asbak dalam kondisi menyala, penitipan adalah rokok diparkir dalam keadaan mati seperti yang sering kita liat di meja satpam diluar ruangan ber AC. Perkembangan lain asbak digunakan sebagai tempat membuang pembungkus permen, kulit jeruk, salak, bahkan durian (yang terakhir jarang banget). Kayanya usul yang bagus kalo pilem James Bond 007 menampilkan asbak multifungsi ya. Bisa tempat abu rokok berubah jadi pemutar mp3.. tiba-tiba muncul monitor kamera cctv, trus jadi toilet, trus eng..ing..eng.. diakhir pilem James Bond bercinta dalam asbak. Kegunaan asbak sebagai senjata dalam peperangan dalam rumah tangga setelah kuselidiki ternyata tidak ada hubungannya dengan cabang olahraga atletik lempar cakram di olympiade. Tehnik melempar cakram sama sekali berbeda jauh dengan tehnik ibu-ibu melempar benda ini.
Perbedaan profesi dan suku bangsa ternyata mempengaruhi nasib dan karakter asbak di tiap tempat. Sayangnya hasil penelitian saya ini belum bisa dipublish terkait hak cipta.
Asbak paling kecil yang pernah kutemukan adalah tutup botol Teh Botol Sosro. Seorang mahasiswa yang lagi ngapelin anak kost di kampusku dulu menggunakan tutup botol ini sebagai asbak. Mungkin karena kagok sama bersihnya kost-kostan sang cewek, yang ada cuma tutup botol, apa boleh buat. Waktu kepergok denganku dia menunjukkan wajah pasrah. Lha bagaimana tidak, aku sebagai preman kampus dan dia mahasiswa baru berani-beraninya ngapelin cewek inceranku. Ciehhh… tapi dasar otakku lebih tertarik hal-hal yang lucu, kuampuni dia dengan syarat harus menjawab pertanyaanku. “Berapa tutup botol yang diperlukan untuk menampung abu dan puntung rokok sebungkus Sampoerna Mild“?… Tak kuingat lagi jawabannya dulu, yang pasti dia akhirnya menang mendapatkan cewek itu.
Asbak paling besar adalah kamar kost temanku. 3 x 4 meter. Salah sendiri ga nyediain asbak. Kalau kondektur metromini mungkin adalah pengguna asbak terbesar di Jakarta. Semua jalanan dan terminal adalah asbaknya. Belum pernah liat toh, kondektur metromini merokok sambil nenteng handuk kecil trus bawa-bawa asbak?
Asbak paling sadis? Saat ospek dulu, zaman saya memulai berguru ilmu-ilmu sesat, teman saya disuruh menadahkan tangan. Dengan santainya sang kakak seperguruan menjentikkan abu rokoknya ketangan temanku. Wuih ga kebayang rasanya.
Masih banyak sisi asbak yang akan saya bahas… sementara itu dulu
Filed under: huruf A | Leave a Comment

